Sentuhan Teknologi, Penyelamat Ibu dan Bayi
Kemajuan zaman semakin canggih saja di abad ini. Tapi kita sering lupa bahwa esensi dari medis bukan dilihat dari kecanggihan peralatannya saja. Atau gelar yang berderet dan mentereng. Namun esensinya adalah kemanusiaan dan empat. Itulah nilai yang dipegang oleh dr. Ikramsyah Maulana dalam menjalani profesinya di bidang kesehatan, terutama dalam program pelayanan dalam USG pasien. Sebuah tindakan kecil namun dampaknya besar yang bisa menyelamatkan dua nyawa sekaligus yakni ibu dan anak yang berada dalam kandungannya.
Awal Dari Sebuah Kepedulian
Ada sebuah cerita yang berawal dari pengamatan langsung
di lapangan. Pada daerah pinggiran kota dan wilayah pelosok kota, fasilitas
medis masih sangat terbatas. Terutama untuk USG. Ibu hami diharuskan menempuk
jarak yang lumayan untuk mendapatkan pelayanan untuk kehamilannya. Padahal
pemeriksaan tersebut harus rutin untuk dilakukan. Tidak hanya kendala pada alatnya
saja. Ada kendala lain yang harus dikalahkan yakni biaya dan transportasi.
Banyak dari ibu hamil untuk menunda pemeriksaannya karena kendala di atas.
Pemeriksaan USG bukan untuk sekadar formalitas saja. USG
digunakan untuk melihat pertumbuhan janin berjalan semestinya atau normal.
Tidak hanya itu, pemeriksaan tersebut bisa untuk melihat kondisi kesehatan itu
dan mendeteksi sedini mungkin bila ada komplikasi. Satu kali pertemuan untuk
pemeriksaan USG bisa menjadi penentu antara batas tipis keselamatan dan
kehilangan. Berawal dari sinilah muncul sebuah ide yang memiliki makna yang
besar. Jika pasien kesulitan untuk datang ke layanan kesehatan, maka kita
sebagai pelayan kesehatan yang mendatangi pasien.
Lahirnya Pelayanan USG Antar Pasien
Bersama dengan rekan sejawat lainnya, dr. Ikram mulai menjalankan
programnya yakni “Pelayanan USG antar pasien”. Program tersebut memiliki konsep
sederhana. Tenaga kesehatan yang tergabung dalam program tersebut membawa alat
USG portabel dan mendatangi ibu hami yang membutuhkan pemeriksaan. Terutama
kepada mereka yang terkendala biaya, jarak, dan transportasi.
Berawal dari satu wilayah yang kecil, perlahan meluas
karena manfaatnya sangat nyata. Ibu hamil merasakan dampak yang bermanfaat
sekaligus memberikan rasa tenang bagi mereka. Mereka tidak perlu lagi
mengeluarkan biaya untuk transportasi atau menempuh perjalanan yang menyita
waktu. Mereka bisa memantau perkembangan janinnya secara berkala. Suami mereka
bahkan ikut andil dan terlibat pada kesehatan istrinya.
Menyelamatkan Dua Jiwa Sekaligus
Dalam perjalanannya, dr. Ikram menyadari sesuatu bahwa
dari kalimat “satu tindakan kecil dapat menyelamatkan dua jiwa.” Ibu hamil
mendapatkan pemeriksaan USG yang layak yang memiliki arti bahwa tidak hanya
fisiknya saja yang diselamatkan namun juga kebutuhan emosionalnya. Para ibu
hamil merasa tenang karena dapat mengetahui kondisi fisik dari bayinya lewat
USG tersebut. Tidak ada kekhawatiran lagi mengenai bayi mereka yang sedang
dikandungnya.
Tidak hanya para ibu hamil saja yang mendapatkan perlindungan,
bayi dalam kandungan juga mendapatkan perlindungan juga. Kasus kehamilan
seperti kehamilan ektopik, preeklamsia, atau gangguan pertumbuhan janin bisa
dideteksi sedini mungkin dengan USG. Pendeteksian sejak awal tersebut
memungkinkan penanganan yang awal sebelum semuanya terlambat.
dr. Ikramsyah Maulana memiliki sebuah cerita. Dimana pada desa yang
terpencil ada seorang ibu muda yang sedang dalam kondisi hamil. Saat kami
datang dan melakukan pemeriksaan terlihat bahwa janinnya mengalami lilitan tali
pusar yang sangat berisiko tinggi. Berkat pemeriksaan awal tersebut akhirnya
ibu muda tersebut segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan
yang tepat waktu. Kini kabarnya ibu dan anak tersebut hidup sehat. Berangkat dari
pengalaman tersebut dr. Ikramsyah Maulana merasakan sesuatu. Bahwa satu langkah kecil bisa
menyelamatkan dua nyawa.
Tantangan di Lapangan
Segala sesuatunya tentu tidak mulus begitu saja. Ada
tantangan yang menjadi penyemangat dr. Ikram dalam melaksanakan panggilan
hatinya. Yakni biaya untuk berkunjung. Bahkan ada wilayah yang tidak mudah
dijangkaunya. Kondisi medannya begitu sulit sehingga perjalanan menjadi
terhambat. Bahkan sumber daya manusianya juga masih minim. Alat USGnya juga
terbatas.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan tenaga medis untuk
melakukan USG keliling. Ternyata dukungan dari masyarakat juga sangat luar
biasa. Tumbuhlah banyak relawan yang ikut membantu mengatur jadwal kunjungan
USG dari satu tempat ke tempat yag lainnya. Tidak hanya itu saja, relawan juga
mengedukasi ibu hamil hingga membantu dalam kegiatan sosial yang mendukung
untuk kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungannya. Mereka percaya bahwa
layanan kesehatan yang baik tidak harus terbungkus dalam sesuatu yang mahal dan
megah. Yang paling utama adalah keikhlasan dan kemauan untuk bergerak dari keterbatasan
yang ada.
Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan USG saja,
kesempatan bertemu dengan ibu hamil digunakan sebaik-baiknya untuk mengedukasi
kesehatan. Ada beberapa hal yang bisa disampaikan seperti pentingnya gizi
seimbang, tanda bahaya kehamilan, dan perlunya pemeriksaan rutin.
Dulunya banyak ibu hamil yang takut bahkan tidak mau melakukan
pemeriksaan USG karena mitos-mitos yang ada. Mitos yang diragukan kebenarannya
adalah USG membahayakan kesehatan janin. Bahkan USG hanya perlu dilakukan
apabila ada keluhan saja pada ibu hamil. dr. Ikram dan rekannya perlu menjelaskan
bahwa pemahaman semacam ini kurang tepat dengan pendekatan yang ramah sehingga
pesan tersebut bisa tersampaikan pada ibu hamil.



Komentar
Posting Komentar